Cara Move On Dengan Cepat [Dalam 4 langkah]


Iklan Sponsor

Download gratis!

cara move on dengan cepat

Lagi berusaha move on ?

Atau malah sedang gagal move on ? =)

Buat kamu yang lagi nyari cara move on dengan cepat dari mantan, artikel ini aku buat khusus buat bantu kamu agar move on kamu lebih lancar.

Bukan untuk membuat kamu "seketika ini juga langsung bisa  move on", NO bukan !

Butuh perjuangan dan kematangan emosional untuk bisa move on.

Tapi setidaknya, dengan cara move on ku ini, kamu LEBIH bisa berpikir jernih, bahwa apa yang kamu putuskan itu memang benar, kalau kamu dan dia memang bener-bener nggak cocok.

Biasanya ada rasa yang mengganjal yang bikin move on kamu susah, terutama jika dia yang mutusin kamu.

Entah karena kamu masih sayang, .....

Atau karena kamu masih sulit buat menerima keadaan .....

Dont worry, it takes time.

Hubungan itu ibarat sebuah INVESTASI dalam bisnis.

Dan setiap hal yang kamu habiskan didalam hubungan itu, baik itu waktu, tenaga, pikiran, uang dan hati, .... semuanya "tidak akan kembali".

Nha, itu yang bikin move on kamu susah.

Karena kamu telah berinvestasi alias berkorban.

Kalau berinvestasi di bisnis enak, ada ROI atau Return Of Investment nya alias balik modal.

Nha, kalo didunia cinta ?

GAK ADA =)

Bubar ya udah bubar aja.

Yang susah adalah menerima keadaan, ketika kamu udah berkorban banyak sama dia.

Nha, aku harap dengan langkah-langkah yang aku lakukan waktu diputus tunanganku dulu, bisa bantu kamu buat move on dari mantan kamu juga.

Nha, cara move on dengan cepat seperti apa yang aku lakukan dulu ?

Ini langkah-langkahnya, dari awal sampe akhir.

1. SADARI DIRIMU BERHARGA

Dirimu berharga ?

Lhooo, .... lha iya.
Nyatanya dia pernah tertarik dan suka sama kamu khan ?

Itu tandanya kamu memang "berharga".

Nha, sejatinya sesuatu yang berharga itu "Murah" apa "Mahal" ?

Ini pertanyaan yang anak SD aja bisa jawab.

Ya udah pasti MAHAL !!

Sekarang kalo kamu beneran "berharga", kenapa kamu masih gagal move on, dan berharap bisa balik ke dia, dengan memberikan diri kamu ke dia "SECARA GRATIS?"

Are You Out of Your Mind ???? #Plak

Kalo kamu masih saja berharap dan ngemis-ngemis atau modus karena pengen balikan sama dia, itu tandanya "dia yang mahal", .... kamu mah receeh.

Kalo dia ibarat INTAN BERLIAN, .... kamu mah "Butiran Debhuuu"

Ini, adalah langkah awal yang dulu aku lakukan sehabis diputus.

Im Re-assessing My Own Value

So, sadari dulu bahwa diri kamu mahal.

Kalau belum PD diri ini mahal gmana mas ?

Its OK, kalau memang sekarang belum mahal.

Tapi NANTI, kamu adalah sesuatu yang mahal.

Kamu punya potensi, ibarat berlian mentah yang masih berbentuk batu yang belum dipoles.


Siapa yang bisa moles kamu, biar jadi intan yang berkilau dan mahal ?

PENGALAMAN DALAM KEHIDUPAN !! =)

So, biarkan dia tinggalkan kamu.


Itu justru memberi kamu waktu buat mengembangkan diri lagi.

Kemampuannya melihat potensi kamu, baru sebatas kulit luarnya saja, so bukan kamu yang rugi.

Sebaliknya, jadikan rasa sakit ini ibarat AMPLAS yang sedang menggosok kamu agar makin halus dan berkilau.

Yah, namanya digosok pakai amplas pasti sakit.

Tapi rasa sakit inilah yang membuat kamu menjadi semakin kuat, buat menghadapi pelajaran hidup berikutnya.

Kamu sudah NAIK KELAS =)

2. SADARI KECOCOKAN TIDAK BISA DIPAKSA

Kebanyakan kasus dari bubar dalam hubungan, itu karena memang nggak cocok.

Sebenarnya kalau memang nggak cocok, solusinya gampang, .... SELESAIKAN SAJA !

Cuman, seperti aku kasih tau diatas tadi, INVESTASI yang kamu berikan dalam hubungan itulah, yang seakan "MENCENGKERAM" kamu, hingga kamu jadi susah buat "Melepaskan".

Kaya ada "JANGKAR" yang tertambat disana.

So, kalau memang dirasa kamu dan dia enggak cocok, ya bersyukurlah kalo bubar.

Memang itu yang terbaik =)

Kalau dipaksakan juga, nanti kelanjutannya malah bisa makin AMBYAR.

Kasihan di dianya, dan RUGI di kamu juga.

Apa untungnya ? Gak adaaa =)

Tapi kalo masih sayang gmana mas ??

Lha, misalkan kamu masih sayang dan balikan lagi, tapi SUMBER masalahnya masih ada, dan ketidakcocokannya masih ada, terus kamu TERLUKA lagi, .... sama aja.

Kamu "SAYANG SAMA DIA", tapi  NGGAK SAYANG sama DIRI KAMU SENDIRI !

Sekarang, kalo kamu aja belum becus menyayangi diri sendiri, gmana mau menyayangi anak orang, ..... lupakan dulu deeeh.

Ibarat kamu ngajarin berenang, tapi kamunya "Belom Bisa Berenang" !

Kacoooo !!

So, sadari kalo memang kamu dan dia nggak cocok, ... ya udah.

Mur dan Baut yang nggak cocok jangan dipaksa dimasukin.

CARI dan GANTI, pake yang lebih cocok.

As Simple As That sebenernya.

Cuman kalo udah baper, ada aja alasannya.

3. SADARI APA YANG BIKIN KALIAN BUBAR


Ini penting.

Kamu kudu tau bener, apa yang bikin kalian bubar.

Kalo kamu yang susah move on, umumnya kamu adalah pihak yang diputus, dan bisa jadi kamu juga nggak tau apa kesalahan kamu.

Aku juga gitu.

Dulu waktu diputus, dia ( cewek ku ), sama sekali nggak mau memberi tahu, alasan dia mutusin aku.

Dia cuman bilang "Aku udah kehilangan kamu yang dulu".

What The Heck is That Mean???

Sampai dia menjauh dan meng-CUT komunikasinya denganku, aku masih bertanya-tanya tentang alasan dia mutusin aku.

Tapi gmana, mau nanya sudah nggak bisa.

Lha wong dia menghilang, terus nomornya ganti.

Waktu aku samperin kerumahnya, dia nggak pernah ada.

Dia juga udah pindah kos, dan melarang temen-temennya kasih tau aku dimana.

Berasa terbuang aku bro ..... can you feel that ?

Aku dipaksa buat mencari tahu sendiri, apa kesalahanku.

Dan apakah aku akhirnya tau ?

Yep, ..... tapi nggak sendiri.

Aku temukan setelah aku ketemu dengan Honji, dan ikut salah satu workshop yang dia buat.

Disitu dibuka semua kesalahan-kesalahan cowok yang biasa bikin cewek ILFEEL, dan nggak pengen lagi melanjutkan hubungan.

Dan aku melakukan hampir 80% semua yang ada disitu.

Pikirku , "Pantesan ajaaaaa"

Ini toh yang bikin dia kehilangan ketertarikan, feel dan respect sama aku.

Pengen tau apa aja ?

Aku kasih tau, .....salah satunya adalah ..... "KETEGASAN" !!

Yep, aku sering nggak tegas sama dia.

Aku selalu manut, dan berusaha memberi semua yang dia minta, tanpa babibu.

walaupun dia yang salah, aku yang minta maaf.

Jadi kalau diibaratkan, aku nggak seperti pasangannya, tapi justru kaya jadi "pegawainya", sementara dia BOS nya.

BOS yang bisa ngerasa kecewa sama pegawainya, dan bisa MECAT kapan aja.

PATHETIC ?

Yes i am.

Bahkan Flirting aja udah nggak pernah aku lakukan waktu sudah in-relationship.

Sekarang kalau diinget, ya memang bener itu yang terjadi, dan aku sadar banget sekarang kalau itu salah satu sumber masalahnya.

Dan masih banyak lagi kesalahan-kesalahan lain, yang sekarang justru aku sangat berterima kasih dia udah mutusin aku, so aku bisa belajar banyak dari kesalahan-kesalahan itu.

Walau akhirnya aku dan dia nggak berjodoh.

Apakah aku nyesel ?

NEEEEYYYY  =)

Kalau nggak diputus, aku nggak bakalan bisa seperti sekarang.
Kalau nggak diputus, aku nggak bakalan bisa ketemu honji dan gabung di hitman system.
Kalau nggak diputus, aku nggak akan bisa buat Dunia Lelaki Community dan share sama kamu sekarang =)

Dan kalau nggak di putus, aku nggak akan bisa ketemu dengan istriku sekarang, dan punya anak yang cantik seperti saat ini.

So, aku justru saaangat berterima kasih sama dia, udah mutusin aku.

Memang dulu saat diputus sakitnya luaarr biasa.

Tapi ternyata itu adalah jamu pahit, yang sangat baik untuk kesehatan romansaku secara jangka panjang =)

So, kalau kamu diputus saat ini dan susah move on, bayangkan apa yang akan kamu pelajari saat ini dan selanjutnya ya.

Pengembangan dirimu, tidak berhenti sampe disini =)

4. JANGAN BERUSAHA MELUPAKAN

Ini ada hubungannya dengan NLP atau neuro linguistik program.

Aku nggak ngerti kalo suruh njelasin tentang NLP, tapi aku tau satu hal.

"Semakin kamu berusaha melupakan, justru kamu akan semakin sulit melupakan"

Mengapa ?

Karena untuk melupakan, kamu PERLU MENGINGAT dulu, apa yang mau kamu lupakan.

Nha, kalau udah lupa terus perlu mengingat lagi apa yang mau dilupakan, ya gmana mau lupaaa ??

NGGAK BAKALAN BISAAA =)

So, pertanyaan yang benar itu bukan "bagaimana cara melupakan", tapi, 

"Bagaimana Cara Menerima Keadaan"

Kamu berusaha melupakan, tapi kalo dalam hatimu belum bisa menerima keadaan, maka hal itu justru akan terus datang dan datang lagi didalam hati kamu dan pikiran.

Kamu nggak akan bisa melupakan dia, kalau otak kamu masih "berfungsi normal".

Kecuali kamu ketiban duren dikepala, terus kepalamu retak dan kamu kena "Amnesia".

Nha itu baru bisa lupa beneran 100% =))

Dulu aku juga gitu.

Waktu awal-awal masa pemutusan, aku berusaha untuk melupakan dia dengan berbagai cara, termasuk cara-cara yang aku dapatkan dari temen-temen seperjuangan di pengembangan diri.

Cara-caranya seperti :

  • Cari ganti yang lebih cakep
  • Kelilingi dengan cewek yang banyak
  • Sibukkan diri dengan kegiatan yang positif
  • dll dll dll

DOES IT HELP ?

Yess, .... it heelp ..... absolutely !!!

Tapi cuman membantu buat "mengalihkan perhatian" doang, BUKAN melupakan.

Memang saat dapet ganti yang lebih cakep, sesaat aku lupa sama dia.
Memang saat lagi hangout sama cewek-cewek lain, aku lupa sama dia.
Memang saat lagi sibuk, aku lupa sama dia.

Tapi aku kan nggak selalu melakukan itu semua ??

Ada saatnya aku pulang, dan berbaring sendirian dirumah, dan tidak melakukan apa-apa.

Dan saat itulah, aku PASTI teringat kembali, memori memori indah yang aku lakukan sama mantan.

Dan itu sudah bisa dipastikan bikin BAPER pengen balikan.

Kenapa ?

Ya karena INVESTASI EMOSI tadi yang udah kita bahas diatas.

Aku memang bisa melupakan sesaat.
Aku memang teralihkan perhatiannya.

Tapi aku "Belum Bisa Menerima" !!

Dan saat itulah aku sadar, itulah sumber masalahnya.

So, dari situ aku mulai mengalihkan FOKUS dari melupakan menjadi MENERIMA KEADAAN.

Bukan hal yang mudah.

Sama seperti saat diputus, awalnya saaaangat susah.

Tapi aku bertekad, pokoknya aku HARUS SURVIVE dari penyakit ini.

Aku punya harga diri.

Aku ini COWOK !!

I HAVE BALLS MAN !!

And I HAD TO SURVIVE !! NO MATTER WHAT !!

So pelan - pelan, aku belajar ilmu IKHLAS.

Iklas buat melepaskan,
Dan Ikhlas buat MEMAAFKAN.

Pelan tapi pasti, aku ikhlaskan dia untuk aku lepaskan.
Pelan tapi pasti, aku ikhlaskan semua pengorbanan dan investasiku sama dia.
Pelan tapi pasti, aku lepaskan, semua harapan-harapan yang pernah kupupuk bersamanya.

Dan pelan tapi pasti, aku berusaha "MEMAAFKAN" dia, karena sudah melakukan hal ini kepadaku.

Bukan karena dia wanita.
Bukan juga karena aku berhutang kepadanya.

Tapi karena dia sudah memberikanku pelajaran berharga, lewat pemutusan ini.

Dan perjalanan ini berlangsung berhari-hari, berminggu - minggu, sampai berbulan - bulan.

Di bulan ketiga, aku sudah bisa melepaskannya secara emosional.
Dan dibulan ke enam, aku sudah bisa melepaskan dia seluruhnya.

IM FINALLY FREE =)

So, apakah aku sudah melupakannya ?

No belom, .... sampe tulisan ini dibuat juga aku masih inget semua tentang dia, tentang memoriku sama dia, dan semua yang berhubungan dengannya,

Tapi aku sudah menerima keadaan, dan di hati ini udah LOSS tanpa beban.

Aku sudah IKHLAS menerima keadaan =)

Dan kalau kamu saat ini juga sedang susah move on, coba caraku ini.

It takes time.

Tapi ini saangat membebaskan.

Cobain =)


CATATAT TERAKHIR

MOVE ON adalah seni MENERIMA dan MELEPASKAN, bukannya MELUPAKAN.

Semakin kamu berusaha untuk melupakan, yang ada kamu justru TIDAK AKAN BISA melupakan.

Karena usaha melupakan itu sendiri, merupakan sebuah investasi (hati).

Dan hukum investasi adalah, semakin banyak kamu invest, maka semakin besar pula hasrat dan keinginan kamu, agar investasi kamu itu TERBALAS.

Nha, padahal dalam proses move on ini, kamu melepaskan sesuatu, bukan mau mendapatkan sesuatu.

Jadi melupakan BUKAN hal yang tepat dilakukan, karena justru bikin kamu invest semakin banyak.

Maafkan dia, Lepaskan, Relakan ....

Jika 3 hal ini sudah bisa kamu lakukan, maka kamu bisa move on dengan tenang.

Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Plus, kamu akan lebih mudah lagi move-on jika kamu sudah dikelilingi wanita yang jauh lebih "cantik" dan jauh lebih "menarik" dari mantan kamu.

Cek halaman ini untuk panduan mendapatkan gebetan, kapanpun dan dimanapun kamu berada.

Karena kalau bukan kamu yang memulainya, siapa lagi.
No comments:
Write comments